Penerapan sistem RFID dan Barcode
![]()
Dalam beberapa tahun terakhir, penyakit hewan utama dalam dan luar negeri terus terjadi dalam berbagai penyakit kompleks, sehingga tugas pencegahan epidemi menjadi berat. Peralatan lain mampu menyandikan data pada transponder RFID UHF yang sangat tipis yang dimasukkan ke dalam label pintar. Teknologi RFID dan barcode memiliki konsep yang serupa, namun kedua teknologi tersebut memiliki metode yang berbeda dalam membaca data. RFID membaca data melalui gelombang radio dan tidak memerlukan garis pandang langsung antara pembaca dan tag. Teknologi RFID lebih mahal dan memiliki lebih sedikit standar universal dalam cara penggunaannya.
Tidak perlu ada garis pandang antara tag RFID dan pembaca seperti halnya dengan barcode dan pemindai. Hampir 100% tag RFID dapat dibaca, tidak seperti barang yang berisi kode batang tercetak, yang dapat rusak jika penanganan tidak tepat. Sekalipun teknologi RFID meluas seperti barcode, hal itu tidak akan sepenuhnya menggantikan teknologi barcode yang diterima secara universal. Selain jenisnya yang beragam Label RFID yang sedang dicetak untuk pelacakan dan keamanan produk, kartu plastik dan lencana yang disematkan transponder RFID sedang diproduksi.
Data dari kartu identifikasi yang tertanam dengan tag RFID dapat dibaca saat orang melewati pintu. Tag RFID yang tertanam dalam lencana keamanan menawarkan metode alternatif untuk mengontrol akses ke informasi sensitif atau membatasi akses ke area tertentu. Antena dapat dipasang pada kusen pintu gudang untuk menerima data berupa barang dagangan, karton, dan palet barang yang berisi tag RFID, melewati ambang pintu.
Biaya RFID mungkin tidak cukup rendah agar tag dapat digunakan pada semua jenis produk dan layanan. Tag RFID dapat digunakan untuk sejumlah aplikasi di industri transportasi untuk memantau dan melacak kendaraan dan produk. Fasilitas angkutan truk komersial juga menggunakan sistem RFID untuk memantau pergerakan truk masuk dan keluar dari terminal utama. Sistem RFID sangat berguna dalam industri manufaktur mobil dalam melacak kendaraan individu melalui proses perakitan. Sistem RFID dapat membantu menghilangkan masalah yang terjadi pada barcode yang tidak dapat dibaca. Saat digunakan untuk melacak tas di bandara, tag RFID berisi nomor unik yang ditetapkan untuk tas tersebut.
Banyak orang yang salah mengira bahwa RFID mirip dengan GPS (Global Positioning System) dan dapat digunakan untuk pelacakan detail, namun RFID memiliki jangkauan hanya beberapa kaki sehingga hal ini tidak mungkin dilakukan. Kesalahpahaman lain yang dimiliki masyarakat adalah bahwa pergerakan produk dengan tag RFID dapat dilacak bahkan setelah produk tersebut dibeli. Paling aktif tag RFID memiliki jangkauan baca sekitar 25 kaki, yang berarti RFID pada dasarnya tidak berguna di luar toko ritel atau bisnis. Kini tersedia sistem yang menyediakan teknologi RFID untuk mencetak dokumen tanpa memerlukan microchip.


