Tag telinga RFID UHF dengan ukuran kecil dan jarak baca yang jauh
![]()
Baru-baru ini, kami memiliki tag telinga RFID UHF: Dibandingkan dengan tag telinga RFID frekuensi rendah, tag telinga UHF RFID memiliki bobot lebih ringan, biaya lebih murah, jarak membaca lebih jauh, dan memiliki kecepatan membaca lebih tinggi di lingkungan konflik multi tag. Ini dikemas dalam bahan polimer TPU / ABS yang tidak beracun dan tidak berasa, yang memiliki perlindungan matahari yang baik, tahan debu dan kinerja anti-perendaman. Permukaan tag juga dapat disesuaikan pengkodean laser sesuai kebutuhan.
Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini juga gencar mempromosikan dan mewajibkan peternakan untuk menggunakan tag telinga RFID. Alasannya adalah sebagai berikut:
1. Kondusif terhadap pengendalian penyakit hewan: Tag telinga RFID dapat mengatur jumlah telinga ternak bersama dengan informasi ras, sumber, kinerja produksi, status kekebalan, status kesehatan dan pemilik. Ketika masalah seperti wabah dan kualitas produk hewani terjadi, Anda dapat melacak sumbernya, memperjelas tanggung jawab, dan menutup celah yang ada. Sehingga mewujudkan peternakan yang ilmiah dan melembaga serta meningkatkan taraf pengelolaan peternakan.
2. Produksi yang kondusif untuk aman: Tag telinga RFID adalah alat yang sangat baik untuk identifikasi yang jelas dan pengelolaan terperinci sejumlah besar hewan. Melalui tag telinga RFID, peternakan dapat mendeteksi bahaya tersembunyi tepat waktu dan dengan cepat mengambil tindakan pengendalian yang sesuai untuk memastikan produksi yang aman.
3. Kondusif untuk meningkatkan tingkat pengelolaan peternakan: Identifikasi unik individu dengan memberikan tag telinga berkode unik pada setiap hewan.
4. Kondusif bagi pengawasan negara terhadap keamanan produk peternakan: Tag telinga RFID pada babi dibawa seumur hidup. Melalui kode elektronik ini, dapat ditelusuri kembali ke tempat produksi babi, tempat perolehan, rumah potong hewan, dan supermarket tempat penjualan daging babi serta informasi lainnya. Hal ini bertujuan untuk memerangi penjualan daging babi yang sakit dan mati serta bahaya keamanan pangan publik lainnya, mengawasi keamanan produk ternak dan memastikan bahwa masyarakat mengonsumsi daging babi yang sehat.
Tag hewan RFID bukanlah konsep baru, namun dengan cepat berkembang menjadi sarana penting untuk meningkatkan efisiensi operasional tempat pemberian makan, memantau pemberian makan hewan secara efektif, dan meningkatkan transparansi rantai pasokan makanan. Telah banyak digunakan di berbagai bidang seperti pelacakan, identifikasi dan pengelolaan ternak (babi, sapi, domba, dll).


