Bagaimana Cara Kerja RFID?
![]()
Bagaimana cara kerja RFID? Sistem Identifikasi Frekuensi Radio memiliki tiga bagian:
Antena pemindai;Transceiver dengan decoder untuk menafsirkan data dan transponder – tag RFID – yang telah diprogram dengan informasi.
Antena pemindai mengeluarkan sinyal frekuensi radio dalam jangkauan yang relatif pendek. Radiasi RF melakukan dua hal:
Ini menyediakan sarana berkomunikasi dengan transponder (tag RFID) DAN
Ini memberi tag RFID energi untuk berkomunikasi (dalam kasus tag RFID pasif ).
Bagaimana cara kerja RFID? Ini adalah bagian penting dari teknologi; Tag RFID tidak perlu mengandung baterai, dan oleh karena itu dapat tetap digunakan untuk jangka waktu yang sangat lama (mungkin puluhan tahun).
Antena pemindai dapat dipasang secara permanen pada permukaan; antena genggam juga tersedia. Mereka dapat mengambil bentuk apa pun yang Anda perlukan; misalnya, Anda dapat membuatnya menjadi kusen pintu untuk menerima data dari orang atau benda yang lewat.
Ketika tag RFID melewati bidang antena pemindai, ia mendeteksi sinyal aktivasi dari antena. Hal ini “membangunkan” chip RFID, dan mengirimkan informasi pada microchip untuk diambil oleh antena pemindai.
Selain itu, tag RFID dapat terdiri dari salah satu dari dua jenis. Aktif tag RFID mempunyai sumber listrik sendiri; keuntungan dari tag ini adalah pembaca dapat berada lebih jauh dan tetap mendapatkan sinyal. Meskipun beberapa perangkat ini dibuat untuk memiliki masa pakai hingga 10 tahun, masa pakainya terbatas. Namun, tag RFID pasif tidak memerlukan baterai, dan ukurannya bisa jauh lebih kecil serta memiliki masa pakai yang hampir tidak terbatas.
Tag RFID dapat dibaca dalam berbagai keadaan, dimana barcode atau teknologi pembacaan optik lainnya tidak berguna.
Label tidak harus berada di permukaan benda (sehingga tidak dapat dipakai)
Waktu baca biasanya kurang dari 100 milidetik
Tag dalam jumlah besar dapat dibaca sekaligus, bukan item per item.
Intinya, itulah cara kerja RFID.


