Bagaimana Cara Memilih Tag RFID Aktif?
![]()
Seperti tag RFID pasif, aktif tag RFID memiliki microchip dan antena. Namun, chip tersebut biasanya berukuran lebih besar dan memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan chip RFID pada tag pasif.
Tag aktif memiliki dua komponen tambahan yang membedakannya dari tag pasif: catu daya terpasang dan elektronik terpasang.
Catu dayanya biasanya baterai, meski bisa juga tenaga surya. Catu daya internal memungkinkan tag mengirimkan data ke pembacanya sendiri, tanpa perlu mengambil daya dari pembaca itu sendiri seperti yang dilakukan tag pasif. Selain itu, tag aktif dapat dibaca dari jarak 100 kaki atau lebih, sedangkan tag pasif hanya dapat dibaca hingga jarak sekitar 20 kaki.
Elektronik terpasang dapat terdiri dari sensor, mikroprosesor, dan port input/output, yang semuanya ditenagai oleh sumber daya terpasang pada tag. Elektronik memungkinkan tag RFID aktif untuk digunakan dalam aplikasi yang lebih luas daripada tag pasif. Misalnya, produk makanan yang mudah rusak dapat ditandai dengan sensor yang mengumpulkan data yang kemudian dapat digunakan untuk menentukan tanggal kedaluwarsa dan memperingatkan pengguna akhir bahwa produk tersebut mungkin rusak. Meskipun banyak produk yang mencantumkan tanggal kedaluwarsa, tanggal tersebut hanya berlaku jika produk disimpan dalam kondisi optimal (suhu, kelembapan, paparan cahaya, dll.) untuk jenis produk tersebut. Dengan demikian, produk bisa kadaluwarsa sebelum tanggal cetak jika tidak disimpan dengan benar. Tag RFID yang dilengkapi dengan sensor suhu mungkin dapat memprediksi tanggal kedaluwarsa sebenarnya dari sekotak susu, misalnya, yang mungkin sangat berbeda dengan tanggal yang dicetak.


