Melindungi Kartu Anda: Langkah Praktis untuk Mencegah Pencurian RFID
![]()
Seiring dengan semakin maraknya pembayaran nirsentuh, kekhawatiran akan pencurian RFID (Radio-Frequency Identification) semakin meningkat. Penjahat yang dilengkapi pemindai portabel dapat mencopet data kartu kredit secara elektronik tanpa kontak fisik—ancaman yang dikenal sebagai "skimming". Inilah cara menjaga keamanan informasi keuangan Anda.
Kartu berkemampuan RFID menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengirimkan rincian pembayaran. Meskipun nyaman, teknologi ini rentan terhadap peretas yang menggunakan perangkat murah dan mudah diakses. Namun, menjaga kartu Anda lebih sederhana dari yang Anda kira.
1. Gunakan Dompet atau Kantong Pemblokir RFID
Dompet, selongsong, dan tempat kartu yang dirancang khusus dilapisi dengan bahan logam (seperti aluminium atau tembaga) membuat sangkar Faraday, menghalangi pemindaian yang tidak sah. Ini terjangkau dan banyak tersedia secara online atau di toko ritel.
2. Tumpuk Beberapa Kartu Bersama-sama
Menempatkan beberapa kartu RFID berdekatan satu sama lain dapat mengganggu sinyal, sehingga mempersulit pemindai untuk membaca data individual. Meskipun tidak mudah, hal ini menambah kesulitan bagi pencuri.
3. Periksa Laporan Secara Teratur
Pantau transaksi bank dan kartu kredit sesering mungkin. Deteksi dini aktivitas mencurigakan dapat mencegah kerugian finansial yang signifikan. Aktifkan peringatan transaksi real-time jika bank Anda menawarkannya.
4. Pilih Kartu Tanpa RFID
Jika Anda jarang menggunakan tap-to-pay, mintalah versi non-RFID dari bank Anda. Banyak institusi yang masih mengeluarkan kartu chip dan PIN tradisional.
5. Hindari Peretasan “Pemblokiran Sinyal” DIY
Meskipun tutorial online menyarankan untuk membungkus kartu dengan kertas timah, hal ini dapat merusak strip atau chip magnetik kartu. Berinvestasilah pada produk pemblokiran RFID bersertifikat.
Wawasan Ahli
Pakar keamanan siber Dr. Lena Mitchell menyarankan, "Pencurian RFID jarang terjadi, namun mungkin saja terjadi. Risiko sebenarnya terletak pada pembagian data secara berlebihan secara online atau melalui penipuan phishing. Prioritaskan kebersihan digital dibandingkan perlindungan fisik."
Meskipun pencurian RFID lebih jarang terjadi dibandingkan penipuan online, mengambil tindakan proaktif akan menjamin ketenangan pikiran. Gabungkan perisai fisik dengan pemantauan akun yang waspada untuk tetap selangkah lebih maju dari potensi ancaman.


