UHF RFID digunakan dalam berbagai macam aplikasi
![]()
Dalam beberapa hari terakhir,ACM mengkhususkan diri dalam memproduksi produk LF RFID berbiaya rendah terlengkap di dunia, yang cocok untuk pasar vertikal mana pun, dan telah memperoleh Sertifikat Daftar Kartu Sirkuit Terpadu Nasional, Lisensi Pembuatan Kartu IC, dan Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO9001. Jika sistem RFID beroperasi pada frekuensi yang lebih rendah, ia memiliki jangkauan baca yang lebih pendek dan kecepatan baca data yang lebih lambat, namun meningkatkan kemampuan untuk membaca di dekat atau pada permukaan logam atau cairan.
LF (frekuensi rendah) 125khz: terdiri dari EM4001, EM4102, EM4200, T5577, T5557, TK4001, HID, HID Prox, Hitag2, Hitag S, Q5, GK4001, dll. Idealnya digunakan untuk sistem kontrol akses, sistem patroli tur penjaga, penandaan hewan, dan pelacakan aset serta pengelolaan barang-barang kecil, pelacakan orang atau pasien di rumah sakit, dan masih banyak lagi. Frekuensi mengacu pada ukuran gelombang radio yang digunakan untuk berkomunikasi antar komponen sistem RFID. Sistem RFID di seluruh dunia beroperasi pada pita frekuensi rendah (LF), frekuensi tinggi (HF), dan frekuensi ultra-tinggi.
Standar untuk sistem pelacakan hewan LF ditentukan dalam ISO 14223 dan ISO/IEC 18000-2. Spektrum LF tidak dianggap sebagai aplikasi global karena adanya sedikit perbedaan dalam frekuensi dan tingkat daya di seluruh dunia. Sebagian besar sistem RFID HF beroperasi pada 13,56MHz dengan rentang baca antara 10 cm dan 1 m. Sistem HF mengalami sensitivitas sedang terhadap interferensi.
Sistem yang mematuhi standar UHF Gen2 untuk penggunaan RFID 860 – 960MHz pita. Meskipun terdapat beberapa perbedaan frekuensi dari satu wilayah ke wilayah lain, sistem RFID UHF Gen2 di sebagian besar negara beroperasi antara 900 dan 915 MHz. Jangkauan baca sistem UHF pasif bisa mencapai 12 m, dan UHF RFID memiliki kecepatan transfer data yang lebih cepat daripada LF atau HF. UHF RFID adalah yang paling sensitif terhadap interferensi, namun banyak produsen produk UHF telah menemukan cara merancang tag, antena, dan pembaca untuk menjaga kinerja tetap tinggi bahkan di lingkungan yang sulit. Sebagian besar proyek RFID baru menggunakan UHF dan bukan LF atau HF, menjadikan UHF sebagai segmen pasar RFID dengan pertumbuhan tercepat.
UHF RFID digunakan dalam berbagai macam aplikasi, mulai dari manajemen inventaris ritel, anti-pemalsuan farmasi, hingga konfigurasi perangkat nirkabel. Sistem RFID aktif biasanya beroperasi pada pita frekuensi ultra-tinggi (UHF) dan menawarkan jangkauan hingga 100 m. Secara umum, tag aktif digunakan pada objek besar, seperti gerbong, kontainer besar yang dapat digunakan kembali, dan aset lain yang perlu dilacak dalam jarak jauh.


