Bagaimana RFID mengubah proses operasional industri makanan cepat saji
Pertumbuhan RFID di sektor ritel dapat menjadi acuan bagi para operator di industri ini
Persyaratan teknologi dalam industri restoran cepat saji berkembang lebih cepat dari sebelumnya, namun margin keuntungan mereka semakin rendah. Akibatnya, perusahaan-perusahaan ini menghadapi tantangan bisnis yang mengancam potensi keberlanjutan jangka panjang organisasi mereka. Bagi banyak restoran cepat saji, salah satu prioritas terbesar saat ini adalah menjaga dan mengamankan rantai pasokan ke dalam proses operasional restoran dan meningkatkan kemampuan penelusuran inventaris. Misalnya, kerusakan batch atau kerusakan karena inventaris restoran yang tidak akurat, produk kadaluwarsa, pengiriman yang tidak akurat, kehabisan stok, dan kelebihan stok dapat mempersulit pengoperasian sehari-hari.
Penggunaan identifikasi frekuensi radio (RFID) di sektor ritel komoditas lunak semakin meningkat. Pengecer dapat dengan mudah melihat dan mengelola inventaris mereka dalam hitungan menit dengan akurasi hingga 98% dengan melacak produk yang diberi tag pada tingkat item. Hal ini membebaskan karyawan untuk melayani pelanggan di dalam toko dengan lebih baik dan memungkinkan merek untuk memberikan layanan yang nyaman seperti pembelian online untuk pengisian ulang penjualan di tempat dan penjemputan di dalam toko (BOPIS) untuk memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.
Namun, teknologi ini tidak hanya terjadi pada ritel. Kini mereka membantu industri mengubah sistem statistik inventaris manual yang ada saat ini dan mendorong untuk menjaga keakuratan dan kesegaran produk. RFID juga memungkinkan merek layanan cepat untuk tetap kompetitif dalam hal pemesanan, kecepatan, dan efisiensi, terutama di lingkungan saat ini.
Tantangan operasional manajemen inventaris
Menurut penelitian yang diterbitkan oleh National Restaurant Association, 96 persen operator mengalami keterlambatan atau kekurangan pasokan makanan atau minuman penting pada tahun 2021. Masalah ini diperkirakan akan terus berlanjut, dan pengelolaan inventaris sangat penting untuk mempercepat layanan guna mengoptimalkan pasokan yang diterima. Karena banyaknya persediaan yang mudah rusak, restoran perlu menjaga kesegaran persediaan untuk menghindari pemborosan. Namun, pemeriksaan ini biasanya dilakukan secara manual, sehingga memakan waktu dan dapat menimbulkan kesalahan manusia.
Dalam lingkungan yang serba cepat, di mana karyawan mengelola segala sesuatunya secara manual (kwitansi, penghitungan inventaris, pengisian ulang, dan nomor gudang) melalui pena dan kertas, data yang dikumpulkan dapat dengan cepat menjadi usang dan sering kali tidak akurat. Selain itu, komunikasi antar staf biasanya bersifat verbal dan hanya terjadi sebentar antar shift.
Inventaris manual dapat menyebabkan masalah manajemen inventaris yang serius dan menimbulkan efek negatif pada keseluruhan restoran. Daripada menghabiskan waktu untuk melayani pelanggan atau memberikan pengalaman berkualitas tinggi kepada pengunjung, karyawan menghabiskan waktu mereka untuk mengelola inventaris yang sebagian besar tidak berguna. Hal ini dapat menyebabkan rak-rak di bagian depan menjadi kosong, mendorong pelanggan untuk pergi tanpa membeli apa pun, dan hasil akhirnya adalah pemborosan yang berlebihan dan biaya yang tinggi.
Peran RFID
RFID memungkinkan industri untuk meningkatkan operasi back-end dan front-end melalui praktik efisiensi di semua tahap rantai pasokan, mulai dari pusat distribusi hingga pasokan makanan.
Di bagian belakang, RFID memungkinkan bisnis restoran cepat saji melacak semua item secara akurat dalam hitungan menit. Dari sini, inventaris reguler di dalam toko memungkinkan restoran mempertahankan visibilitas tingkat inventaris dengan akurasi hingga 98%. Pada saat yang sama, peringatan tentang produk kadaluwarsa juga dapat dikeluarkan, dan restoran dapat melakukan penghitungan inventaris harian atau mingguan yang ditargetkan, yang dapat memaksimalkan penggunaan semua item dan membatasi pesanan hanya pada item yang diperlukan, sehingga meminimalkan pemborosan.
Ciptakan solusi jangka panjang
Penjualan di industri restoran diperkirakan akan mencapai 8 miliar pada tahun 2022. Industri ini sedang booming dan pertumbuhannya diperkirakan akan terus berlanjut. Seiring dengan semakin banyaknya restoran cepat saji yang tumbuh di seluruh AS, jaringan restoran dan waralaba mereka menjadi lebih sulit untuk dikelola, dan persaingan akan semakin ketat.
Dengan menggunakan RFID, restoran dapat menyederhanakan pengelolaan inventaris mereka. Dengan meningkatkan visibilitas tingkat inventaris, restoran dapat meminimalkan pemborosan dan meningkatkan keuntungan secara berkelanjutan, sehingga menghasilkan penghematan biaya jangka panjang, pertumbuhan keuangan, dan proses operasional yang lebih efisien.
Dengan solusi pelacakan inventaris yang lebih cepat dan akurat, operator dapat secara signifikan mengurangi jumlah waktu yang mereka habiskan untuk pekerjaan administratif. Daripada menghabiskan waktu lama secara manual (dan mungkin membuat kesalahan) pada inventaris, mereka dapat mencurahkan lebih banyak upaya untuk melayani pelanggan dan memberikan layanan berkualitas tinggi. Alternatifnya, mereka dapat meluangkan waktu ekstra untuk pelatihan individu atau tim guna meningkatkan keterampilan mereka sendiri atau rekan kerja.
Pertumbuhan RFID di sektor ritel dapat menjadi acuan bagi para pelaku industri. Pengecer saat ini mengalami peningkatan — dari akurasi inventaris sekitar 65 persen menjadi 98 persen. Hal ini membuktikan bahwa semakin cepat restoran mengadopsi teknologi, semakin cepat pula mereka memperoleh keunggulan kompetitif.


